oleh Abu Ahmad
“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berfikir.” (QS Yunus [10]: 24)
Tatkala kita berjalan menyusuri beragam kota dan negeri, adakalanya kita merasa takjub atas peradaban materi yang telah dibangun oleh manusia. Bangunan tempat manusia tinggal dan beraktivitas, dibangun dengan megah dan indahnya. Menara-menara perkantoran menjulang. Jalan-jalan layang menghubungkan tempat dengan tempat lainnya bagai garis-garis, membentuk sketsa yang indah. Berbagai sarana kehidupan yang diciptakan manusia sedemikian lengkapnya untuk mempermudah aktivitas. Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, menyediakan berbagai kemudahan bagi kehidupan manusia.
Itulah kehidupan kita di dunia ini. Continue Reading »

